Mengenal Wishnutama, Bos NET TV Yang Ternyata Tak Suka Nonton TV

139 ‎مشاهدات
WishnuTama

Mungkin bagi sebagian orang, nama Wishnutama sudah begitu akrab di telinga. Ia adalah bos dari NET TV, salah satu stasiun televisi yang cukup mendapat tempat di hati pemirsa televisi Indonesia. Program yang beragam dan “lain dari pada yang lain” lah yang membuat stasiun televisi yang lahir pada 2013 ini cukup di minati pemirsanya. Meski secara umum, ratingnya masih jauh di bawah televisi mainstream lainnya.

Ketiadaan sinetron gaje, acara – acara 4l4y, dan gosip di sinyalir jadi salah satu hal yang membuat rating NET selalu di bawah. Seperti yang kita ketahui, sebagian besar pemirsa televisi kita adalah orang – orang yang terbiasa menyaksikan acara – acara gaje bin 4l4y tersebut. Terkecuali kalangan generasi milenial yang lebih suka acara televisi luar negeri di banding televisi lokal. Generasi milenial inilah yang jadi salah satu sasaran market NET TV.

Selain acara televisinya yang nyentrik, ternyata sang bos juga punya sisi nyentrik. Wishnutama yang kelahiran Jayapura, Papua ini ternyata punya ketertarikan dalam bidang militer. Mengejutkannya lagi, ternyata ia tak suka menonton televisi. Keputusannya mendirikan stasiun televisi sendiri pada 2013 di latarbelakangi oleh hal ini. Ia ingin agar orang – orang yang tak suka menonton televisi sepertinya, menjadi suka melihat televisi.

Baca juga :   Kepergian Aliando Syarief dan Pengaruh di Siapa Takut Jatuh Cinta

Awalnya, saat ia memutuskan mendirikan stasiun televisi, banyak orang yang mengejeknya, mengatakan bahwa dia sudah gila, stasiun televisi sudah banyak, ngapain buat stasiun televisi lagi. Namun ia menyangkalnya, menurutnya memang saat ini sudah banyak stasiun televisi tapi yang punya new value proposition belum ada. Ia juga mengatakan bahwa media membawa pengaruh yang luar biasa terhadap publik.

Melalui media yang ia dirikan, ia ingin menularkan energi dan semangat positif kepada para pemirsanya. NET konsisten sebagai stasiun televisi yang berimbang dalam berita dan tak memihak manapun. Program berita hiburan pun jauh dari kesan gosip murahan. Akibat kerja kerasnya, Mas Tama, sebutan akrab Wishnutama meraih berbagai penghargaan, salah satunya menduduki peringkat ke 180 dari 500 CEO paling berpengaruh di dunia versi Media Digital Richtopia. .

Karir Wishnutama di dunia pertelevisian sendiri di mulai saat ia menjadi Production Assistant di channel New England Cable News, Amerika Serikat pada tahun 1993, setelah sebelumnya ia menyelesaikan kuliah ilmu komunikasi dan pertelevian di Emerson College, Boston. Setahun setelahnya, ia pulang ke tanah air dan bergabung di Indosiar sebagai Supervisor On Air Promotion. Di sini, karirnya terus meningkat hingga di percaya menduduki jabatan Production Manager. Program – program unggulan kala itu seperti Pesta, Gebyar BCA, dan Patroli adalah buah dari tangan dinginnya.

Baca juga :   Putus dari The Weeknd, Selena Gomez Makin Lengket dengan Justin Bieber

Tujuh tahun berkarir di Indosiar, ia pindah ke Trans TV pada 2001 sebagai Kepala Divisi Produksi. Sama seperti di Indosiar, karir Tama di Trans TV pun moncer. Tiga tahun setelahnya ia sudah menduduki posisi sebagai Wakil Direktur Utama. Tak berhenti sampai di situ, pada 2006 saat CT Corp yang saat itu masih bernama Para Group mengakuisis saham TV7, ia pun di angkat sebagai Direktur Utamanya. Selang dua tahun kemudian, suami dari Gista Putri ini menjadi Direktur Utama Trans TV.

Berkat kerja kerasnya, program – program unggulan Transmedia seperti Extravaganza, Termehek-Mehek, Opera Van Java, On The Spot, Dunia Lain, dan Indonesia Mencari Bakat lahir dan menjadikan televisi ini sukses meraih rating tertinggi. Berkat pencapaiannya tersebut, penghargaan demi penghargaan terus mengalir kepadanya, baik penghargaan dari dalam maupun luar negeri.

Kini, Tama di tunjuk oleh Panitia Pelaksana Asian Games (INASGOC) sebagai Creative Director untuk seremoni pembukaan sekaligus penutupan Asian Games 2018. Ia mengatakan bahwa panggung yang disiapkan untuk acara pembukaan ini akan menjadi panggung terbesar yang pernah ada di dunia, bahkan meski di bandingkan dengan Olimpiade sekalipun. Mari kita lihat bersama nanti malam kemegahan pembukaan Asian Games 2018 di Stadion Gelora Bung Karno.

Baca juga :   Ardina Rasti Akan Menikah dengan Seorang Duda, Sabtu Ini?