Sumur Jala Tunda, Peninggalan Abad 14 yang Tak Pernah Kering

760 ‎مشاهدات

Bandung – Cirebon memiliki banyak peningalan benda maupun bangunan bersejerah tentang penyebaran Islam di tanah Jawa, khususnya wilayah Pantai Utara. Banyak sumur-sumur peninggalan zaman terdahulu yang masih terawat hingga sekarang.

Salah satunya Sumur Jala Tunda, sumur yang letaknya berada di sekitar komplek Keraton Kasepuhan itu masih digunakan sebagai sumber air untuk masyarakat sekitar. Tepatnya, masyarakat yang berada di sekitar Masjid Pejlagrahan di Kampung Grubugan Kelurahan Kasepuhan, Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat.

sumur jala tua Foto: Sudirman Wamad

Sumur Jala Tunda berada di samping Masjid Pejlagrahan. Ketua DKM Masjid Pejlagrahan, Sulaeman mengatakan pembuatan Sumur Jala Tunda bersamaan dengan dibuatnya bangunan Masjid Pejlagrahan yang dibuat sekitar abad 14. Bahkan, Sulaeman menyebutkan Sumur Jala Tunda merupakan salah satu sumur peninggalan buah karya dari Pangeran Cakrabuana.

“Sumur ini dibuat untuk nelayan yang hendak berwudu untuk menunaikan ibadah salat di Masjid Pejlagrahan. Sumurnya ada dua, putra dan putri. Peruntukannya untuk jamaah laki-laki dan perempuan,” ucap Sulaeman kepada detikcom saat ditemui di Masjid Pejlagrahan, Jumat (27/10/2017).

Baca juga :   10 Judul Berita Ngawur Ini Buat Tertawa Lepas

Sejak awal pembuatannya hingga sekarang, diakuiSulaeman sumur tersebut tak pernah mengering. Padahal, sambungSulaeman ke dalaman Sumur Jalan Tunda hanya enam meter. “Dua-duanya tak pernah kering. Sekarang sumur ini masih dimanfaatkan untuk kebutuhan masjid, kemudian warga juga sering men

salah satu sumur bersejarah di cirebon Foto: Sudirman Wamad

gambil air dari sumur,” katanya.

Selain masyarakat Kampung Grubugan menerima manfaat adanya sumur tua itu, sambung Sulaeman, kadang pelancong pun ikut mengambil air dari sumur tersebut. “Ya ada yang ziarah ke sini, mayoritas sambil air sumurnya. Katanya sih memiliki khasiat, yang ziarah banyak ada yang dari luar Jawa juga,” ucapnya.

Sulaeman bersyukur sumur tersebut masih memiliki manfaat bagi warga sekitar. Bahkan, DKM Masjid Pejlagrahan berinisiatif untuk merawat peninggalan milik Pangeran Cakrabuana itu.

sumber : https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-3702724/sumur-jala-tunda-peninggalan-abad-14-yang-tak-pernah-kering?_ga=2.168085092.410762266.1508721883-607340741.1507252447

 

pingback : https://www.artikelseru.com/sumur-jala-tunda-peninggalan-abad-14-yang-tak-pernah-kering

 

rak minimarket | kursi kantor | tempat sampah | aksesoris display | produk plastik | kontainer industri | alat safety